Thursday, 3 July 2008

Dinamika Organisasi

Dalam salah satu postingnya Katum NP menyatakan akan mundur dari kepengurusan Kornas PWI-ref. Dan secara resmi akan disampaikan usai pelatihan jurnalis akhir pekan ini. Tidak lama kemudian Sekretaris I, Didik L Pambudi (DLP) menyatakan hal yang sama melalui postingan di milis ini yang Cc nya disampaikan juga ke milis tetangga. Catatan DLP menyatakan bahwa pengunduran dirinya adalah resmi walau disampaikan melalui email.
Dengan demikian 2 dari pengurus telah menyatakan mundur.Tentu merupakan sesuatu yang cukup signifikan untuk keberadaan Kornas yang memiliki kepengurusan tersebar. Karena dari 9 pengurus praktis hanya 5 orang yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Dari 5 orang itupun hanya NP, saya dan DLP yang selama ini berkesempatan mengurus organisasi.Oleh karenanya pengunduran diri NP dan DLP dari Kornas perlu kita sikapi secara serius dan proporsional.
Untuk posisi Ketum seharusnya Ketua I Denni Batubara secara otomatis menjadi pelaksana tugas jika Ketum berhalangan tetap atau mengundurkan diri. Namun kabar terakhir (mohon konfirmasi) Denni sudah kembali bertugas di Medan. Artinya cukup sulit tugas demikian diemban. Demikian juga Ketua II Harry Harzufri berdomisili di Kupang NTT. Namun saya berpendapat organisasi harus tetap jalan. Seperti kata ketua DKKE BSH, organisasi adalah masalah bersama bukan orang perorang.
Organisasi harus tetap jalan.
Itulah logikanya. Dan saya berharap kawan-kawan korda sepemahaman. Kita prihatin dengan kondisi ini, tetapi kita juga tetap harus mencari solusi dan pemecahan. Demikian juga MPN dan DKKE sebagai bagian dari perangkat organisasi tentu memilik fungsi strategis untuk menunjang langkah yang dianggap perlu untuk kelangsungan dan perkembangan organisasi. NP dan DLP sepanjang yang saya tahu tetap komit dengan PWI-Ref. tetapi memilih berada di mana juga tentunya sudah menjadi pertimbangan setiap kita.
Agenda organisasi yang telah kita sepakati adalah konsolidasi dan Konkernas. Kita fokus pada masalah ini. Untuk konsolidasi beberapa Korda telah melakukan Konferda dan menghasilkan kepengurusan, beberapa di antaranya belum sempat diterbitkan SK nya, untuk itu dalam waktu dekat saya akan mengkompilasi SK dan mandat yang harus diterbitkan dan dikirim. Dalam waktu dekat dokumen organisasi itu harus segera diterima kawan-kawan Korda. Sementara Konsolidasi Korda berjalan kita juga dihadapkan pada rekonsilidasi di tingkat Kornas—Dukungan dan masukan Kawan-kawan sangat kami butuhkan.
Untuk agenda Konkernas, kita harapkan dapat dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Atua sekitar Agustus-September 2008. Untuk tempatnya kami harap kawan-kawan dari Korda Riau, Semarang, Banten dan Jakarta menjadi alternatif sebagaimana yang pernah kita rencanakan. Dalam Konkernas inilah kita juga berharap masalah konsolidadi Korda dan Kornas sekaligus kita bahas.
Saya menganggap penting untuk menyampaikan hal ini, sekaligus mengingatkan kepada Korda-Korda untuk tetap membuat api semangat PWI-Ref menyala di seluruh Indonesia.
Wassalam.

Monday, 27 August 2007

engurus Harian

SUSUNAN PENGURUS HARIAN
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA REFORMASI
(PWI-REFORMASI)
MASA BAKTI 2007-2010


KETUA UMUM : NARLISWANDI PILIANG
KETUA I : DENY BATUBARA
KETUA II : HARRY HARZUFRI

SEKRETARIS UMUM : KAKA SUMINTA
SEKRETARIS I : DIDIK LUHUR PAMBUDI
SEKRETARIS II : YULHASNI

BENDAHARA UMUM : ANDI F. NOYA
BENDAHARA I : EMIL W. AULIA
BENDAHARA II : NINING SRININGSIH.

.
KETUA DKKE : BUDIMAN S HARTOYO

KETUA MPN : ASNADI CA.

Sunday, 12 August 2007

Kepastian KLB

Salam,

Maaf kepada kawan-kawan di daerah, baru hari ini seluruh (26) Pengurus daerah saya kirim surat undangan (fisik) KLB, semoga bisa cepat sampai. Keterlambatan ini lebih merupakan sebuah pross dialektika dari pada teknis.

Sampai rapat panitia pelaksanan Subtu, 11/8 kemarin saya sebagai ketua panitia baru secara formal menilai bahwa KLB ini perlu dilaksanakan sesuai dengan rencana, setelah mendapatkan masukan dari kawan-kawan yang hadir, seperi Didik, Iwan, Eko dan Edi juga BSH.

Selama ini dialektika pelaksanaan KLB mengalami pasang surut, karena adanya dinamika dan perbedaan pandangan tentang pelaksanaan KLB, karena secara strategis semua pihak sepakat dengan pelaksanaan KLB, masalahnya lebih bersifat teknis pelaksanaan.

Diantara perdebatan itu adalah apakah tentang tempat pelaksanaan KLB. Pada awalnya KLB akan dilaksanakan di Jakarta, dengan pertimbangan kemudahan akss bagi kawan-kawan daerah, namun sampai sebulan menjelang pelaksanaan batas waktu pelaksanaan KLB belum ada gambaran tentang kesiapan tempat dab biaya pelaksanaan di jakarta.

Akhirnya dipertimbangkan alternatif pelaksanaan di Subang, dengan asumsi akan dapat dilaksanakan tepat waktu, di samping pertimbangan jarak Jakarta - Subang hanya 3 jam dengan kendaraan umum dari jakarta, dan beberapa kali kawan-kawan Jakarta menjajaki (survey) untuk itu.

Namun beberapa pendapat masih mengharapkan agar KLB tetap dilaksanakan di Jakarta. Dan pada Saat rapat terakhir itulah kami memutuskan secara pasti dan meminta panitia pada hari Senin (13/8) mengirim undangan.

Tenang rumor lain yang beredar berkaitan dengan penyelenggaraan KLB apakah KLB PJI atau PWIR, saya tegaskan bahwa saya mendapat mandat sebagai Panpel KLB PJI, tetapi saya menyadari bahwa masih banyak daerah yang masih menggunakan nama PWIR, sehingga saya menggunakan nama PWIR selain PJI untuk kepentingan internal.

Semoga surat undangan cepat sampai dengan baik, dan bila ada hal yang perlu dikonfirmasi mohon berbagi saluran komunikasi,melalui surat, email, sms, fax dan telapon bisa digunakan, selamat mempersiapkan berangkat ke KLB PJI Subang 2007.

Wassalam

Publik Menunggu

Salam,

Dalam dua minggu menjelang KLB PJI yang akan dilaksanakan ini, nampak geliat usulan calon pimpinan organisasi ke depan, Genderang yang ditabuh BSH, semula saya tangkap sebagai pemancing karena adem-ayemnya persipan KLB. Nama-nama yang muncul cukup menggembirakan, karena ternyata kita memiliki banyak kader yang cukup kompeten.

Ijinkan saya untuk tidak menyebut nama dulu, tetapi sebagai gambaran tak kurang dari selusin kader yang muncul, dan mereka telah terbukti militan berada dalam organisasi ini. Pokok persoalan yang ingin saya sampaikan adalah keberadaan pemimpin organisasi paska KLB dan kiprah pers dalam kancah lokal, nasional dan global.

Pemikiran tersebut berawal dari keprihatinan saya atas kondisi bangsa ini, yang dalam perkembangan terakhir malah melahirkan disparitas sosial ekonomi yang tinggi paska reformasi, bahkan hal tersebut di blow up oleh PDI Perjuangan dalam paparan pandangan oposisi melalui iklan pada harian Kompas dan pernyataan tentang kemiskinan yang mencapai ratusan juta penduduk.

Pertanyaan saya adalah di mana peran pers dalam hal ini, di mana jurnalis berkiprah untuk membangunkan kesadaran bersama untuk dapat membangun bangsa ini secara benar. Untuk itu diperlukan pemehaman, jaringan dan sumberdaya lainya yang cukup. Dan sampai saat ini tidak ada organisasi wartawan yang tampil untuk melakukan hal tersebut, demikian juga dengan PJI atau PWIR.

Memang pers tumbuh di mana-mana di seluruh nusantara, kawan-kawan di daerah pasti memahami hal tersebut, tetapi pertumbunhanya lebih dikarenakan enterpreuner drive, dengan profit oreinted, yang bila perlu dilakukan dengan mengorbankan kepentingan umum bangsa. Di sinilah, saya ingin mempertaruhkan organisasi kita untuk menjembatani kebutuhan tersebut, yakni kebutuhan untuk hadirnya pers nasional yang berpihak kepada kepentingan umum.

Dalam KLB saya berharap terjadi diskusi yang cukup dinamis untuk menlurkan blue print organisasi sebagaimana yang kita mimpikan, sumberdaya yang kita miliki cukup baik, permasalahanya sejauh mana kita dapat mensinergikan sumberdaya yang kita miliki itu untuk tujuan yang kita cita-citakan .

Untuk itulah panitia mengharapkan dalam KLB di Subang 24-26 Agustus nanti, akan muncul usulan tentang pandangan organisasi, sikap organisasi serta program, dan kita akan melahirkan kepengurusan yang mampu untuk melaksanakan amanat organisasi, untuk kepentingan bangsa secara keseluruhan, karena kita yakin memiliki jaringan yang dapat kita gunakan di daerah-daerah untuk melakukan hal tersebut.

Wassalam

Wednesday, 8 August 2007

Undangan KLB PJI

No : 06/Pan-KLB/VII/2007
Lam : 1 (Satu) Bundel
Hal : UNDANGAN KONGRES



Kapada Yth,
Ketua Pengda PJI/Korda PWI Reformasi
Di Tempat.

Dengan Hormat,
Sesuai dengan hasil Rapat MPN diperluas PJI tanggal 5 Mei 2007 di PDS HB Jassin TIM, Cikini, Jakarta, yang memutuskan untuk melaksanakan KLB pada bulan Agustus 2007.

Maka dengan ini Panitia KLB PJI 2007 mengundang alamat tersebut di atas untuk hadir dalam acara dimaksud pada :

Hari/Tanggal : Jumat- Minggu / 24- 26 Agustus 2007.
Tempat : Gedung PKPRI Subang Jl Mayjen Sutoyo No 76
Subang.
Peserta : 2 (Dua) Orang utusan Pengda PJI atau Korda PWIR
Agenda : KLB PJI ( Daftar agenda terlampir)


Demikian undangan ini kami sampaikan atas perhatian, dan kehadiranya kami ucapkan terimakasih.

Subang, 2 Agustus 2007.


Ketua Panitia




Kaka Suminta.

Catatan:
1. Peserta dimohon menyertakan mandat utusan Pengda/Korda dan surat undangan kongres ini.
2. Panitia hanya menyediakan akomodasi dan konsumsi di arena KLB sesuai agenda KLB.

Sunday, 29 July 2007

Ismet Gunakan PJI secara Tak Sah

Saya sangat berterimaksih kepada kawan-kawan yang
ternyata masih memiliki komitment kuat terhadap
organisasi, namun sebelum menanggapi masalah PJI versi
Ismet saya ingin meluruskan bahwa Care Taker itu
ketuanya Saiful Bahri (Al Kisah) dan sekretarisnya Edi
Mulyadi (Smart Investing), sementara saya hanya
panitia pelaksana KLB.

Berkenaan dengan aksi Ismet yang mbalelo dan memaksakan diri menggunakan nama PJI sementara dirinya sudah dinonaktifkan, maka pendapat saya sebagai berikut:

1. Bahwa tindakan Ismet yang merubah logo dan sebutan
Kepengurusan nasional, adalah tindakan
inkosntitusional dan melanggar hukum, selama
menggunakan nama Perhimpunan Jurnalis Indonesia.

2. Kewenangan untuk menegur, dan menuntut secara hukum
ada pada care taker Pengnas PJI. yang harus diperkuat
dalam KLB PJI mendatang. Justeru tindakan Ismet -
Fikar memperkuat alasan pelaksanaan KLB.

3. Seyogyanya dilakukan langkah kongtkrit dan
strategis oleh care taker Pengan PJI bersama MPN dan
DKKE untuk menyikapi masalah ini.

Sementara untuk masalah kurangnya kader kepemimpinan
dan sinyalemen gontok-gontokan ingin kita bahas secara
khusus, tetapi dengan atensi kawan-kawan saya optimis
bahwa fenomena itu merupakan dinamika, asala tidak
sampai menghabiskan energi kita

KLB Semakin Dekat (The Show Must Go On)

Salah satu kendala dalam pelaksanaan KLB adalah
masalah pendanaan dan tempat; untuk pendanaan sampai
saat ini panitia belum melihat potensi pendanaan jika
dilaksanakan di jakarta.

Pasalnya biaya akomodasi dan konsumsi serta
operasional di Jakarta cukup tinggi, sehingga muncul
wacana dilaksanakan di Subang, yang memunculkan
masalah kendala transportasi. Namun BSH menyatak jika
ke medan perang seperti Timtim (dulu) atau Poso,
wartawan bisa hadir kenapa ke Subang harus menjadi
kendala.

Sehingga sampai saat ini Subang masih menjadi pilihan
karena alasan di atas juga letaknya yang hanya 2-3 jam
dari Jakarta.

Kini muncul masalah kordinasi, karena beberapa kali
saya sms kepada care taker untuk membicarakan
pelaksanaan KLB tidak mendapatkan tanggapan, sehingga
belum bisa melakukan finishing proposal, terutama
untuk yang eksternal.

Sayangnya waktu tidak memberikan kita terlalu banyak,
sehingga kita harus berjalan dengan kondidi apapun,
ditambah besarnya tanggapan daerah-daerah, maka
kesimpulan saya sampai akhir minggu ke empat Juli ini
semua harus sudah fix.

Mohon kawan-kawan dapat memberikan suport sambil
mempersiapkan keberangkatan ke4 KLB, bagi kami sekali
layar terkembang pantang diturunkan, dengan dukungan
kawan-akawan kita akan terus jalan menuju KLB, untuk
mengambil keputusan strategis organisasi ke depan.

Wassalam